Permintaan Alat Berat Naik Signifikan

Trimegah Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 12,02 triliun tahun ini, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 7,81 triliun. Penjualan perseroan juga ditargetkan melonjak dari Rp 64,55 triliun menjadi Rp 93,12 triliun. Analis Trimegah Sekuritas Sandro Sirait dan Willinoy Sitorus mengatakan, kinerja operasional United Tractors diperkirakan cenderung membaik dalam beberapa bulan mendatang. “Kami memberikan pandangan positif terhadap operasional perusahaan dalam beberapa bulan ke depan, meskipun realisasi penjualan alat berat Agustus lalu turun, dibandingkan bulan sebelumnya,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini. Trimegah Sekuritas optimistis terhadap volume penjualan alat berat, bisnis kontraktor pertambangan batubara, dan penjualan batu bara perseroan untuk kuartal terakhir tahun ini. Pihaknya juga memberikan dampak positif atas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hingga Agustus 2018, perseroan berhasil membukukan kenaikan volume penjualan alat berat sekitar 34% dari 2.411 menjadi 3.221 unit. Perolehan tersebut setara dengan 58% dari target yang ditetapkan Trimegah Sekuritas sepanjang tahun ini. Penjualan alat berat perseroan selama Agustus 2018 hanya 345 unit, turun dibandingkan bulan Juli 2018 sebanyak 476 unit.

Penurunan dipicu adanya kenaikan harga jual yang berimbas sesaat terhadap permintaan pasar alat berat. Sedangkan volume produksi batu bara perseroan melalui anak usahanya, PT Pamapersada Nusantara, juga meningkat sekitar 9% dari 72 juta ton menjadi 79 juta ton hingga Agustus 2018. Penjualan batu bara perseroan meningkat sektiar 20% dari 4,64 juta ton menjadi 5,57 juta ton. Pemindahan tanah (overburden removal) naik signifikan sekitar 42% dari 510 juta bcm menjadi 726 juta bcm. “Kinerja operasional perseroan tersebut sudah sesuai dengan perkiraan. Perolehan penjualan alat berat telah merefleksikan 58% dari perkiraan kami. Begitu juga dengan overburden removal sudah mencapai 69% dari total target tahun ini, dan demikian juga dengan kinerja operasional lainnya,” tulis Sandro dan Willinoy. Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham UNTR dengan target harga Rp 41.000. Target tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun 2018-2019 sekitar 10 kali dan 9,5 kali. RHB Sekuritas sebelumnya memberikan pandangan positif terhadap akuisisi PT Angincourt Resources. Menurut RHB Sekuritas Hariyanto Wijaya, aksi korporasi ini diperkirakan tuntas akhir tahun ini, sehingga perusahaan tersebut diperkirakan mulai berkontribusi terhadap kinerja keuangan United Tractors tahun 2019. Dia menjelaskan, masuknya Angincourt akan menaikkan target laba bersih United Tractors tahun depan dari perkiraan Rp 12,1 triliun menjadi Rp 13,37 triliun. Sedangkan target laba bersih perseroan tahun ini diperirakan berkisar Rp 10,66 triliun. Revisi Naik Sementara itu, analis Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengatakan, pihaknya memilih untuk menaikkan target kinerja operasional dan keuangan perseroan hingga tiga tahun ke depan. “Kami memilih untuk merevisi naik target volume penjualan alat berat perseroan. Peningkatan ini mendorong kami untuk merevisi naik target kinerja keuangan perseroan hingga tiga tahun mendatang,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini. Danareksa Sekuritas merevisi naik volume penjualan alat berat tahun 2018 dari 4.200 unit menjadi 4.600 unit. Sedangkan volume produksi batu bara perseroan dipertahankan sekitar 119 juta ton tahun tahun ini. Berbeda dengan target volume penjualan batu bara direvisi turun dari 8,2 juta ton menjadi 7 juta ton tahun ini. Revisi naik volume penjualan tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk menaikkan target kinerja keuangan United Tractors tahun 2018-2019. Target laba bersih tahun ini direvisi naik dari Rp 8,78 triliun menjadi Rp 10,03 triliun. Proyeksi pendapatan juga direvisi naik dari Rp 75,31 triliun menjadi Rp 78,54 triliun. Peningkatan target volume penjualan alat berat ditambah kinerja keuangan membuat Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham UNTR dengan target harga direvisi naik dari Rp 39.000 menjadi Rp 40.000 untuk beberapa bulan ke depan. Revisi naik tersebut juga menggambarkan kuatnya realisasi kinerja operasional perseroan hingga Agustus 2018