Pemerintah Gencarkan Lobi Fasilitas Ekspor ke Amerika Serikat

https://susupoker2.com/ JAKARTA — Pemerintah menggencarkan lobi untuk mempertahankan fasilitas ekspor generalize systems of preference (GSP) dari Amerika Serikat. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo. “Kami sampaikan Indonesia tidak hanya menuntut GSP dipertahankan, tapi juga mau bekerja sama,” kata dia di Istana Kepresidenan, kemarin. Menurut Enggar, negosiasi GSP juga disampaikan saat bertemu dengan otoritas perdagangan Amerika Serikat beberapa pekan lalu. “Saat itu kami sampaikan bahwa ada peluang transaksi perdagangan yang meningkat. Perdagangan IndonesiaAmerika US$ 28 miliar itu terlalu kecil,“ ujarnya. Enggar pun mengatakan Indonesia peduli terhadap masalah defisit perdagangan Amerika Serikat. “Saya tidak mau menekan.

Namun, kalau kita sepakat volume perdagangan naik, GSP sangat membantu.“ Pada Juni lalu, pemerintah Amerika Serikat meninjau ulang fasilitas GSP atau keringanan bea masuk yang diberikan ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Program GSP berjalan sejak 1976, tapi dihentikan pada 2013 dan dijalankan kembali dua tahun kemudian. Namun Presiden Donald Trump menginstruksikan evaluasi atas fasilitas tersebut, terutama kepada negara-negara yang menikmati surplus perdagangan. Indonesia memanfaatkan GSP untuk ekspor senilai US$ 1,8 miliar (Rp 25 triliun) per tahun. Tahun lalu, total perdagangan Indonesia-Amerika sebesar US$ 25,91 miliar. Indonesia mencatatkan surplus US$ 9,67 miliar. Enggar mengatakan Indonesia dan Amerika berpeluang untuk mengerek volume perdagangan kedua negara dua kali lipat atau menjadi US$ 50 miliar.

Menurut dia, tawaran tersebut merupakan komitmen jangka pendek dan menengah. “Roadmap peningkatan nilai dan kesetaraan perdagangan Pemerintah Gencarkan Lobi Fasilitas Ekspor ke Amerika Serikat TURUT BERDUKA CITA Keluarga Besar Tempo Inti Media Tbk. menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya: Ibu Hj. Meity Farida Sita Devi – Komisaris PT Tempo Media Tbk Tahun 2011- 2016 – Direktur Usaha Komunitas Salihara Dalam usia 59 tahun Pada hari Jum’at, 3 Agustus 2018 Di Singapura Semoga Tuhan memberikan tempat yang layak disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan dan kekuatan iman.  Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) berdialog dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo di Jakarta, kemarin IKLAN Indonesia dan Amerika Serikat berniat melipatgandakan perdagangan hingga US$ 50 miliar. akan rampung 2-3 tahun mendatang,” kata Enggar. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan permintaan kepada Amerika Serikat untuk mempertahankan GSP cukup logis karena barangbarang yang mendapatkan keringanan bea masuk juga berkaitan dengan komoditas yang diekspor oleh Amerika Serikat. “Dari barang yang ada di GSP, 53 persen terkait dengan produk yang diekspor Amerika, terkait proses produksi,” kata dia.

Berdasarkan statistik Kementerian Perdagangan, produk Amerika Serikat yang berpotensi masuk ke Indonesia antara lain bijibijian (gandum dan sejenisnya) serta buah-buahan senilai US$ 1,27 miliar. Ada pula produk industri, seperti reaktor nuklir, ampas makanan, makanan hewan, dan olahan kapas, yang nilainya di atas US$ 500 juta. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, mengatakan negosiasi lanjutan mengenai program GSP dan peluang impor produk Amerika akan digelar dalam waktu dekat.