KESEMPATAN SANE

http://109.199.119.180/ MUENCHEN– Menebus kesalahan di masa lalu. Itulah yang kini tengah dilakukan Joachim Loew, pelatih tim senior nasional Jerman. Dalam pergelaran Piala Dunia lalu di Rusia, pasukannya bonyok. Dua kali kalah oleh Meksiko dan Korea membuat mereka harus pulang cepat. “Di liga, kepemilikan bola tentu saja sangat penting. Namun, dalam sebuah turnamen, adaptasi diperlukan. Itu adalah kesalahan terbesar saya,” kata Loew. “Saat itu saya berpikir bahwa bermain dengan penguasaan bola akan memudahkan kami melangkah ke grup berikutnya.” Loew juga mengakui hal itu menjadi salah satu bentuk arogansi dirinya. Dia ingin timnya bermain dengan sempurna. “Seharusnya saya menyadari kami harus mengurangi risiko. Yang saya lakukan malah penuh risiko.” Loew kini sadar. Yang harus dia lakukan adalah membuat adonan sepak bola yang lebih baik. “Lebih stabil dan kembali menyeimbangkan serangan dan pertahanan.” Strategi baru ini yang akan dimainkan dalam pertandingan melawan Prancis, sang juara Piala Dunia, di Liga Nasional UEFA, dan tim dari Amerika Latin, Peru, di akhir pekan dan pertengahan pekan mendatang. Untuk itu, dia memerlukan pemain baru.

Meski tetap membawa 17 pemain dari 23 yang dia angkut di Piala Dunia lalu, dia menambah beberapa pemain. Salah satunya adalah Leroy Sane— pemain sayap Manchester City Pemanggilan ini tentu menarik. Di Piala Dunia lalu, secara mengejutkan Loew mencoret si kribo itu. Padahal, penampilannya bersama Manchester City teramat menyenangkan penonton. “Dia pemain bagus. Dia bermain dengan gemilang. Namun dia tidak cukup meyakinkan,” kata Loew ketika itu. Sane menjadi pilihan, pada akhirnya. Itu terjadi karena Loew dikabarkan mendapatkan desakan untuk melakukan perubahan dalam timnya. Pemain macam Sami Khedira dan Sebastian Rudy disebut-sebut sebagai pemain yang diminta untuk diganti. Mesut Oezil termasuk juga. Namun dia sudah mengundurkan diri dari timnas menyusul perlakukan rasisme dari petinggi Federasi Sepak Bola Jerman. Nah, Sane disebut-sebut sebagai pemain yang mendapatkan keuntungan dari pencoretan tersebut. “Penting bagi kami untuk melakukan perubahan di dalam tim. Kami sekarang harus menemukan pemain yang tepat dalam sebuah perpaduan—muda, dinamis, dan pemain yang lapar gol,” kata dia. Sane tentu senang atas pemanggilan ini.

Dalam sesi latihan Senin lalu, wajahnya tampak ceria. Bersama pemain lainnya, Jonathan Tah, dia berlatih peregangan bersama. Tentu besar harapan dia untuk menambah jumlah pertandingan bersama tim negara—yang selama ini masih berada di angka 12. Namun, untuk itu, Sane setidaknya perlu memberi pembuktian pada bosnya, Loew. Bukan apa-apa, di media, terutama di Inggris, perbincangan tentang berita buruk soal dia kadung ramai. Dalam dua pertandingan, manajer City Pep Guardiola memarkir Sane di bangku cadangan. Dia berkilah keputusan itu dilakukan karena kebutuhan tim. Cerita di balik itu menyebutkan bahwa si gundul Pep kecewa atas sikap Sane dalam sesi latihan. Fisiknya juga disebut sering tidak dalam kondisi yang baik. Sane harus membuktikan semua itu hanya isapan jempol. Setelah itu, tugas berikutnya adalah memanfaatkan kesempatan ini untuk membuktikan bahwa Jerman membutuhkan dirinya.