Inasgoc Perpanjang Masa Penjualan Suvenir

JAKARTA — Wakil Direktur Unit Merchandise dan Retail Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc), Mochtar Sarman, mengatakan masa penjualan suvenir pesta olahraga empat tahunan itu bakal diperpanjang. “Besok (hari ini) kami unggah ketentuannya di situs resmi,” kata dia, kemarin. Menurut Mochtar, panitia menerapkan sistem pembayaran di muka (preorder) lantaran tingginya minat masyarakat terhadap suvenir Asian Games 2018. Suvenir yang paling diburu adalah boneka tiga maskot Asian Games, kaus, dan replika medali. Sebagai gambaran, Mochtar menuturkan, Asian Games Official Merchandise Super Store di Gelora Bung Karno menjual lebih dari 3.000 buah suvenir selama sepekan. Itu di luar suvenir Asian Games yang dijual di pusat-pusat belanja. Sejauh ini, Inasgoc masih menghitung pendapatan total dari penjualan suvenir. Penghitungan pendapatan, kata Mochtar, belum rampung lantaran banyaknya pembelian dengan bon manual. Pembelian itu sedianya hanya bisa dilakukan dengan sistem non-tunai. Namun panitia menambah kasir pembayaran tunai lantaran jumlah pengunjung toko resmi yang terus meningkat. “Jadi, tidak melalui pos sistem kami,” ujar dia. Ketua Inasgoc Erick Thohir mengatakan Asian Games bukan sekadar perhelatan olahraga. Menurut dia, efek peningkatan ekonomi dalam jangka pendek pun tercapai. Menurut dia, suvenir merupakan barang yang paling diburu masyarakat. “Maskot yang dicetak 190 ribu menjadi 250 ribu,” kata dia. Di media sosial, topik suvenir juga termasuk yang kerap dikomentari selain penjualan tiket. “Karena animo masyarakat ini luar biasa.”