Guru Tidak Sekedar Mengajar

Dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional yang jatuh tiap tanggal 20 Mei, maka Kementerian BUMN menggelar program Direksi BUMN Mengajar. Program ini wajib diikuti oleh seluruh jajaran Direksi di 141 perushaan BUMN untuk mengajar, memberikan motivasi dan berdiskusi dengan para siswa – siswi SMA tempat dimana Direksi itu dibesarkan.

Salah satu sekolah adalah SMA N 1 Kota Ternate. Faris Assagaf, Direktur Operasi dan Teknik Pelindo III, ikut berperan serta dalam kegiatan Direksi BUMN Mengajar.

Lahir dan menghabiskan masa muda di Ternate, membuat Bapak dengan 3 anak ini terbang ke Ternate dalam sebuah semangat, yaitu memajukan Ternate bersama – sama dengan memberikan motivasi kepada siswa – siswi SMA N 1 Ternate yang merupakan tempat belajarnya dulu. Kegiatan mengajar yang dilakukan Faris Assagaf tidak semata – mata hanya untuk menggugurkan kewajibannya dari perintah yang diberikan, namun beliau mengajar dengan sepenuh hati, memberikan motivasi dan kisah perjalanannya selama ini hingga menjadi Direktur seperti sekarang. Oleh karenanya, komunikasi yang tercipta tidak terjadi satu arah saja sehingga pertanyaan demi pertanyaan terus berdatangan bukti dari sikap antusias yang ada. Hangat.

Itulah satu kata yang dapat digambarkan dalam rangkaian kegiatan kali ini karena acara dibuka dengan penampilan – penampilan apik nan memukau siswa – siswi SMA N 1 Ternate dengan tarian dan suara merdu serta rentetan prestasi yang mengiringinya, membuat siapapun yang menyaksikan dapat merasakan ketulusan saat ditampilkan.

Selanjutnya, menuju acara inti yaitu tentang kisah suksesnya yang diawali di Ternate hingga menjadi seorang Direktur Operasi dan Teknik Pelindo III. Dalam ceritanya, beliau mengisahkan bahwa telah banyak perubahan yang terjadi selama beliau meninggalkan SMA N 1 Kota Ternate pada tahun 1970, mulai dari gedung dan bangunan sekolah, guru – guru serta lingkungannya. Tantangan terbesar anak-anak SMA di Ternate pada masa itu adalah tentang menentukan keputusan. Hal itu berkaitan dengan lanjutan untuk menempuh pendidikan yang lebih baik. Tiap anak yang telah lulus SMA biasanya harus pergi dari pulaunya untuk menuju jenjang yang lebih tinggi, walaupun di Ternate ada sebuah perguruan tinggi, tapi hal itu dirasa kurang untuk memenuhi kebutuhan akan hausnya ilmu dan pengalaman siswa – siswi pada masa itu bahkan saat ini.

Untuk itu, beliau menyibak ketakutan dan kekhawatiran siswa – siswi SMA N 1 Kota Ternate tersebut dengan pesan bijaknya, yaitu ternyata rasa takut hanya akan membuat kita lemah dan kehilangan kepercayaan diri, oleh karena itu hadapilah rasa takut dan terus melangkah dengan penuh percaya diri. Selain itu Faris Assagaf juga memberikan inspirasi dan bekal pengalaman kepada siswa – siswi tentang bagaimana memandang hidup. Menurutnya Mengapa Tuhan meletakan sepasang mata kita di depan? Karena itu tandanya, agar kita dapat terus menatap hidup ke depan, bukan ke belakang.

Ramli Kamaluddin, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Tenate pun mengapresiasi kegiatan ini, menurutnya kedatangan Direktur Operasi dan Teknik ini, tidak hanya memberikan bantuan berupa uang pendidikan senilai 50 juta rupiah, tapi yang paling penting adalah, dirinya mampu memberikan inspirasi untuk kemajuan anak didiknya. Beliau berharap, program Gerakan Direksi Mengajar ini dapat terus berjalan ditahun – tahun berikutnya, karena ini adalah kegiatan yang sangat edukatif dimana akan banyak kegiatan inspiratif yang di dapat dari pengalaman hidup seseorang kepada seluruh siswa Indonesia, yang merupakan penerus kemajuan bangsa ini kelak.

Bantuan yang didapat tidak sebatas uang,diberikan juga bantuan genset besar dari jual genset sekolahan di Banjarmasin untuk menunjang kegiatan belajar sekolahan tersebut. Genset yang diberikan kapasitasnya besar, mampu memenuhi keperluan listrik sekolah saat dibutuhkan.