Gempa Sumbawa Picu Tsunami Kecil

JAKARTA — Gempa tektonik berkekuatan 7 pada skala Richter (SR) mengguncang wilayah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, kemarin sekitar pukul 18.46 WIB. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan gempa berkedalaman 15 kilometer tersebut mengakibatkan tsunami dalam skala kecil. Tsunami tersebut terjadi di pantai Lombok Barat bagian utara dan pantai Lombok Jumlah korban jiwa mencapai 31 orang. Timur bagian utara.“Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah memerintahkan masyarakat agar menjauh dari pantai,” kata dia, kemarin. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa memang menyebabkan tsunami. Tapi tsunami tersebut masuk kategori kecil karena hanya memiliki ketinggian maksimal sekitar 0,9 meter. Karena itu, pada pukul 20.25 kemarin malam, BMKG akhirnya mencabut peringatan dini tsunami.

“Karena tsunami tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan,” kata Sutopo. Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB, jumlah korban jiwa sementara mencapai 31 orang Meski hanya memicu tsunami kecil, gempa kemarin mengakibatkan kerusakan parah di darat. Sejumlah bangunan roboh. Bahkan gempa membuat sejumlah bangunan di Kota Denpasar rusak. Hingga berita ini ditulis, petugas masih mendata jumlah kerugian atau dampak gempa.“Untuk korban jiwa juga masih dalam pendataan. Kerugian materiil terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, serta Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, Bali,” ujar Sutopo. Juru bicara kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wismananda, mengatakan masyarakat di pesisir sempat panik dan mengungsi ke dataran tinggi. “Karena adanya kemungkinan tsunami,” kata dia. Seorang warga Kota Mataram, Deradjad Ananto, mengaku panik dan mengungsi. Akibat gempa tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi. Mereka meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.

Untuk penduduk yang tinggal di sekitar pantai, PVMBG mengimbau agar mereka mencari lokasi yang lebih tinggi. PVMBG juga meminta warga tetap waspada. Sebab, gempa susulan bisa terjadi, meski dengan intensitas lebih kecil. Hingga kemarin malam telah terjadi sekitar 16 gempa susulan. Ini merupakan gempa besar kedua yang mengguncang NTB dalam waktu satu pekan. Pada 29 Juli lalu, gempa berkekuatan 6,4 SR mengakibatkan belasan orang meninggal dan ribuan warga mengungsi. Karena itu, saat gempa kembali terjadi, banyak warga yang tidak berani masuk rumah