Flash Memory yang Abadi

Arus listrik memecahkan banyak masalah media penyimpanan data digital berjangka panjang. Masalah utamanya hanyalah efek panas yang merusak data di media, seperti yang dFacebook ke produsen SSD. Flash cell menyimpan arus lis trik dalam floating gate (gambar kanan). Meskipun tegangan kecil cukup untuk proses baca, tegangan besar masih diperlukan untuk menghapus (delete). Setiap menghapus, lapisan isolasi di sekitar floating gate akan menipis dan semakin peka terhadap elektron. Cell pun akan “terkikis” setelah proses tulis.

Kecepatan prosesnya berlangsung tergantung pada banyaknya perbedaan arus yang disimpan di sana. Jumlah arus menentukan jumlah bit pada sebuah cell. Pada awalnya, jenis cell yang dipakai adalah Single Level Cell (SLC) yang menyimpan 1 bit. Kini, trennya adalah jenis Triple Level Cell (TLC) yang menyimpan 3 bit dan harus “dijaga” dengan 8 level arus. Meskipun densitas naik, shelf life TLC justru menurun. Flash TLC hanya bertahan hingga 1.000x proses tulis (SLC awet hingga 100.000x proses tulis). Prinsip WORM bisa membuat flash memory jauh lebih awet (SLC awet hingga 1.300 tahun di suhu ruangan) karena efek fluktuasi elektron diminimalisir. Adapun shellife TLC lebih pendek karena rentan distorsi arus kecil.