Dukung Petani Melalui From Farm to Table Expo Bagian 2

Wadah Unjuk Jatidiri

Selain itu, pameran berskala internasional ini juga menampilkan berbagai acara menarik dari industri pertanian, perkebunan, hortikultura, florikultura, dan peternakan. “Pertanian kita sa ngat – lah besar. Karena itu kita membutuhkan wadah seperti pameran ini yang akan berfokus pada produk-produk pertani – an dan peternakan lokal, serta teknologi di dalamnya,” jelas Daud. Memang, kalau dilihat dari konteks sistem agribisnis (sarana produksi, usa hatani, pascapanen, pengolahan, pe masaran, jasa swasta dan jasa pe me – rintah), kontribusi agribisnis terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indo – ne sia sekitar 55%. Angka ini menunjuk – kan, betapa besarnya kontribusi agri – bisnis tanaman pangan, agribisnis hortikultura, agribisnis perkebunan, agri – bis nis kehutanan, agribisnis peternak – an, dan agribisnis perikanan terhadap perekonomian Indonesia.

Berbagai acara menarik seperti talkshow, hidroponik (oleh Ijo Hydro), se – minar (Asosiasi Obat Hama Indo ne – sia), dan lokakarya (Assphami) dilaku – kan pada pameran ini. Acara ini diha – di ri per wakilan asosiasi, seper ti ALSINTANI, ASKINDO, GPPU, PAABI, ASPPHAMI, AOI, DSMI, ASOHI, ISPI, ARPI, AEKI. Pameran di bidang pertanian seperti FFT ini sangat perlu dilakukan dan didukung semua pihak agar masyarakat mengetahui betapa besar kontribusi agribisnis terhadap pembangunan Indonesia. Karena itu, Daud berharap, kegiatan se perti ini bukan hanya dilakukan swas ta, tetapi juga oleh semua stakeholder, termasuk pemerintah, agar In – donesia unggul di bidang pertanian. “Mari kita bersama petani Indonesia meningkatkan produktivitas dan kuali – tas hasil pertanian kita,” kata Daud. De ngan dukungan teknologi, diharapkan petani Indonesia mampu meme – nuhi kebutuhan pangan segar dan olahan domestik dan dunia.