Kasih Makan Binatang

Didekati kelinci

Martin Ferlando, papa dari Madeline Ferlando (3) “Suatu akhir pekan, kami bermain ke Kuntum Farm­ eld di Tajur, Bogor. Pertama kali, Madeline takut dengan kelinci yang lompat-lompat ke arahnya. Setelah ditemani, Madeline mulai mau memberi makan kelinci itu, bahkan akhirnya dia berani sendiri tanpa ditemani.”

Lahap dimakan ikan

Stif Shalom, papa dari Allin love Shalom (3,9) dan Justin Faith Shalom (1,9). “Saya mengajari anak-anak mencintai binatang. Makanya, di rumah ada ikan. Anak-anakku sayang banget dan rajin memberi makan ikan. Kalau ikan-ikan itu tampak lahap makan, mereka akan berteriak-teriak senang.”

Melihat burung makan

Ondra Suwarna Putra, papa dari Davidrino Loah Suwarna Putra (5 bulan). “Kami punya burung peliharaan. Saat saya mau memberinya makan, si kecil minta digendong. Wah, anakku tertawatawa riang saat melihat burung itu mematuk-matuk makanannya.”

Ayam goreng untuk kucing

Mochammad Syukron, papa dari Reisha Syifa Amira (2). “Suatu hari, ada anak kucing masuk ke rumah yang akhirnya kami jadikan peliharaan. Nah, waktu Reisha sedang makan ayam, si kucing mendekat. Awalnya Reisha takut, tapi saya bilang anak kucing baik dan ia mendekat karena lapar. Tiba-tiba Reisha memberi ayam gorengnya sambil bekata, ‘Niih… buat Pus… ’ Lucunya, setelah itu dia bilang, ’Anak Abi pintar ya!’”

Perlukanh gigi dicabut

Dokter Rifan, gigi anak saya (11) ada 7 gigi yang berlubang. Gigi atas 5; 2 berlubang 3 grepes. Lalu gigi bawah 2 berlubang. Sekarang dia sedang sakit demam karena 7 giginya yang bermasalah itu. Gusi atas bengkak jadi bibirnya sampai kering. Apa anak saya perlu dicabut giginya, Dok? Soalnya saya mengganggap usianya masih muda. Saya mohon saran Dokter. Terima kasih. Lila Anggani – Jakarta.

Tampaknya higienitas rongga mulut si kecil sedang mengalami berbagai gangguan (infeksi) baik di gigi- geligi maupun di gusinya. Untuk diketahui, area rongga mulut adalah area yang sering kali mengandung bakteri/kuman patogen yang dapat menimbulkan penyakit. Higiene yang kurang optimal seperti kurang rajin menggosok gigi, pola makan yang sering kali lebih banyak mengandung manis/gula, de­fisiensi vitamin tertentu seperti vitamin C, status imunitas yang kurang baik, dan sebagainya akan mempermudah terjadinya infeksi di gigi maupun gusi.

Infeksi yang ada harus diatasi salah satunya adalah dengan mencabut gigi yang terinfeksi dan sudah rusak agar infeksinya tidak menyebar bahkan ke dalam aliran darah. Sebaiknya Ibu berkonsultasi lebih lanjut ke dokter gigi yang bersangkutan agar lebih jelas mendapatkan informasi, termasuk pertumbuhan gigi setelahnya.

Simak juga informasi lengkap mengenai tempat kursus TOEFL IBT Jakarta terpercaya.

Mengintip Keharmonisan Keluarga Rio Febrian

Rio Febrian (32), pelantun lagu “Aku Bertahan” sedang duduk di teras rumahnya ketika nakita datang. Ia langsung berdiri dan menyambut kami dengan ramah. “Silakan duduk! Sebentar yaaaa!” Rio kemudian naik ke lantai atas, bersiap-siap untuk pe motretan dan wawancara. “Ini Kale!” Rio muncul kembali sambil memperkenalkan Kalampati Sinarra Febrian (9 bulan), putra bungsunya yang biasa dipanggil Kale. “Kale mirip banget sama mamanya. Dia murah senyum, mudah diatur, dan doyan makan,” sambung suami dari Sabria Kono (34) ini. Sedangkan putra pertamanya, Jamaika Fosteriano Febrian (3), atau Jame, lebih mirip dirinya. “Jame itu moody, agak sulit bersosialisasi, namun musikalitasnya tinggi,” ungkap Rio. Lantaran itu, ia dan Sabria memasukkan Jame ke playgroup demi meningkatkan kemampuan bersosialisasinya. Menurut Rio, kedua buah hatinya yang memiliki karakter berbeda itu justru membuat hidup mereka semakin semarak. “Aku sering main musik bareng Jame. Aku main gitar dan nyanyi, Jame main drum,” cerita Rio. Sementara Kale yang digendong mamanya ikutan bernyanyi dan bergoyang. Wah, seru ya!

CARA MENDETEKSI MASA SUBUR

CARA MENDETEKSI MASA SUBUR

Selamat siang Dokter Judi. Saya punya dua puteri kembar. Dulu pada kehamilan pertama, saya mengikuti program hamil karena sudah dua tahun menikah belum juga ada tanda-tanda hamil. Ternyata masalahnya sel telur saya terlalu kecil. Jadi menurut dokter diobati dulu biar besarnya normal. Sekarang saya ingin punya anak lagi. Dokter, apakah sistem KB kalender bisa mendeteksi masa subur? Sejak anak pertama lahir, saya pakai KB kalender, kadang pakai alat kontrasepsi yang dijual bebas. Mohon jawaban Dokter Judi. Terima kasih. Damiana – Cirebon

Masa subur selalu terjadi dua minggu (14 hari) sebelum haid yang akan datang sehingga sulit untuk menentukannya. Jika siklus haid Ibu teratur, misalnya setiap 28 hari sekali, maka masa suburnya mudah diperkirakan yaitu pada hari ke-14 atau pada hari ke-16 untuk siklus haid yang setiap 30 hari. Pada siklus haid yang tidak teratur memerlukan bantuan USG untuk memantau besarnya sel telur dan tebalnya selaput lendir rahim (endometrium) dimana perkiraan masa subur adalah saat ditemukannya sel telur dominan (minimal diameter 18 mm) dan gambaran tiga garis (triple lines) endometrium.

Pada Fisik Ibu terjadi juga perubahan adanya lendir dari mulut rahim yang bisa membenang (memanjang) lebih dari 7 cm. Caranya: ibu cuci tangan, kemudian masukkan satu jari (misalnya, jari tengah tangan) ke dalam vagina, ambil lendir yang ada, kemudian keluarkan jari tersebut. Setelah di luar, tempelkan jari tengah dan ibu jari, kemudian regangkan, bila lendirnya meregang lebih dari 7 cm tanpa putus, maka itu perkiraan masa subur. Cara lain adalah mengukur suhu basal tubuh Ibu dengan termometer khusus dan memakai kertas gra k khusus. Bila kurvanya bifasik, maka diperkirakan Ibu sedang masa subur. Kurva suhu bifasik adalah sebuah gra k yang menunjukkan kenaikan suhu basal tubuh. Masalah sel telur yang terlalu kecil sering disebabkan oleh penyakit ovarium polikistik yang dapat berkaitan dengan penyakit kencing manis dan kegemukan (obesitas). Silakan Ibu berkonsultasi dengan dokter kandungan Ibu untuk pemeriksaan fisik kandungan, pemeriksaan USG transvaginal, analisis hormonal dan pemeriksaan USG serial untuk deteksi kapan masa subur Ibu. Sistem KB kalender tidak dapat mendeteksi kapan masa subur. Terima kasih atas pertanyaannya.

Menghindarkan Anak Dari Kekerasan Seksual

Belakangan ini orangtua sering dibuat khawatir akibat pemberitaan tentang adanya pelecehan dan kekerasan seksual pada anak. Yang membuat getir, kejadiannya sering kali di lingkungan sekolah, tempat yang notabene dipercaya orangtua menitipkan anak anaknya untuk mendapat pendidikan yang layak.

Kejadian ini membuat beberapa kalangan yang peduli mengadakan diskusi agar orangtua, masyarat, dan orang-orang terdekat anak bisa memahami dan merespons dengan tepat apa yang dialami anak. Diskusi diadakan dalam bentuk talkshow dengan tema “Memahami dan Merespons Informasi Anak Dalam Kasus Kekerasan Seksual” di Crowne Plaza Hotel Jakarta (04/03).

Pembicara pertama, Avin Yusro SPsi., MKes., memapar kan, UNICEF telah mengeluarkan Hak Anak, seperti: mendapatkan asuhan dengan penuh kasih sayang dalam keluarga sampai dewasa, pendidikan, kesempatan bermain, mengetahui informasi yang bermanfaat, perlindungan dari bahaya, perlindungan dari pelecehan seksual dan diskriminasi, dihargai dan didengar ketika mengemuka kan pendapat, dan lain-lain. “Jadi, setiap anak sudah selayaknya dilindungi, dan apabila mendapat pelecehan seksual, seharusnya didampingi secara terus-menerus sampai anak terbebas dari traumanya,” ujar Psikolog Anak Kementerian Sosial RI ini.

Berikutnya, Dra. A. Kasandra Putranto, Psi., menjelaskan, pelaku kekerasan seksual adalah 90% yang dikenal oleh anak, yaitu 30% keluarga/relative; 50% orang lain (guru, pengasuh, tetangga); dan 10% tidak dikenal sama sekali. “Korban kekerasan seksual dominan terjadi pada anak lelaki dibanding anak perempuan dan kebanyakan kekerasan seksual dilakukan oleh laki-laki untuk anak laki laki.

Tapi bukan berarti anak perempuan tidak akan menjadi korban. Kita tetap harus berhati-hati, karena pelaku bisa saja mengincar anak yang ia mau. Selain itu, jika anak mengalami kekerasan seksual, harus ditangani oleh orang yang tepat agar anak mau bercerita dan segera dicarikan solusi nya,” papar Psikolog Klinis dan Forensik ini.

Di sesi terakhir, Kamala London, PhD, ahli Psikologi Forensik dari Universitas Tole do, AS, mengadakan simulasi wawancara forensik terhadap anak. “Anak-anak tentunya dapat melapor ke orang dewasa mengenai kejadian yang dialaminya. Namun pada intinya, jika anak mengalami pelecehan seksual, sebaiknya dibawa ke psikolog forensik agar menemukan fakta yang telah dialami oleh anak tersebut.”

Olahraga Sekeluarga agar Sehat Semua

Semakin ramai semakin menyenangkan. Demikian prinsip dalam berolahraga. Ajak seluruh anggota keluarga untuk menikmatinya. Banyak aktivitas yang dapat dilakukan bersama keluarga. Namun, usahakan pilihannya tidak selalu pergi ke mal atau makan di restoran. Lakukan aktivitas yang lebih sehat untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat pada anak.

BERSEPEDA. Lakukan sambil menikmati pemandangan dan bercanda bersama keluarga. Sekarang sudah banyak sekali tempat berwisata yang menawarkan wisata bersepeda untuk sebuah keluarga. Contohnya, desa Carangsari di Bali dan Taman Mini Indonesia Indah. Tip: Membawa bekal minuman dan camilan sehat untuk di perjalanan. Tak lupa untuk menggunakan helm dan mengayuh sepeda dengan santai agar tidak terjadi kram otot atau kecelakaan. Kalori yang terbakar: 200 per 30 menit.

JALAN RAMAI-RAMAI. Mama Papa sekeluarga bisa melakukannya di lingkungan seputar rumah, atau pergi ke taman kota terdekat. Tip: Gunakan sepatu khusus lari atau berjalan kaki untuk menghindari cedera pada kaki. Kalori yang terbakar 76 per 30 menit.

MAIN VOLI. Lakukan sambil bersenang -senang dengan anggota keluarga yang ada. Yang penting, semuanya bergerak dan tertawa. Voli sangat efektif membakar lemak dan memperbaiki mood. Tip: Tak ada net? Buatlah lingkaran sambil berdiri berhadapan. Pukul dan tangkis bola bergantian. Kalori yang terbakar: 232 per 30 menit.

RENANG. Berada di antara air memberikan efek yang menenangkan. Pergi ke kolam renang terdekat bisa jadi merupakan rekreasi keluarga yang paling murah dan menyenangkan. Anakanak selalu senang bermain air, bukan? Tidak perlu bisa berenang. Bergerak di air (berjalan, berlari, atau bermain tangkap bola) dapat membakar lebih banyak kalori dibandingkan aktivitas di darat. Tip: Oleskan tabir surya sebelum berenang. Kalori yang terbakar: 165 per 30 menit.

HIKING. Hiking bisa dilakukan oleh semua usia, termasuk anak- anak. Tidak perlu jauh-jauh, cukup sedikit ke luar kota, kita sudah dapat menemukan bukit atau pegunungan yang dapat dijadikan lokasi hiking. Hiking menyehatkan tubuh karena selain membuat kita bergerak dan membakar energi, paru-paru pun akan lebih sehat karena biasanya udara di pegunungan bersih dan segar. Tip: Lakukan peregangan terutama di kaki selama 15 menit sebelum mulai berjalan. Kalori yang terbakar: 200-250 per 30 menit.

MAIN KUCING-KUCINGAN. Anak-anak sangat senang berlari-lari sambil mengejar dan dikejar. Ajaklah mereka main kucing-kucingan di seputar rumah atau di area bermain. Pasti menyenangkan. Kalori yang terbakar: 80 per 10 menit.

KONTES MENGGAMBAR MOBIL MASA DEPAN

Sejak 2004, Toyota Dream Car Art Contest (TDCAC) telah diselenggarakan sebagai bagian dari inisiatif kontribusi sosial yang dilakukan oleh Toyota Group. TDCAC merupakan aktivitas global Toyota yang bertujuan untuk mengedukasi anak-anak tentang lingkungan melalui kontes menggambar. TDCAC mengundang anakanak di seluruh dunia untuk berbagi ide mengenai mobilitas masa depan dengan cara menggambar mobil impiannya. Setiap ide cemerlang berawal dari sebuah mimpi dan Toyota berharap aktivitas ini dapat mendorong serta memelihara krea tivitas anak-anak sebagai ge nerasi penerus di masa depan.

Kontes ini terdiri atas dua tahap, yaitu National Contest (Tahap Nasional) dan World Contest (Tahap Internasional). Untuk tahap nasional, kontes diselenggarakan di masing-masing negara peserta yang berlangsung Februari 2015 (termasuk Indonesia) dan terdiri atas tiga kategori usia, yaitu kategori 1 (di bawah 8 tahun), kategori 2 (8—11 tahun), kategori 3 (12—15 tahun). Hadiahnya berkisar antara Rp1 juta hingga Rp10 juta. Ketiga peserta terbaik dari masing-masing kategori secara otomatis akan diikutsertakan dalam kontes internasional yang diselenggarakan di Jepang pada Mei 2015. Jadi, 9 pemenang dari Indonesia akan berkompetisi dengan juara dari tingkat global untuk mendapatkan kesempatan bagi 18 juara yang akan terpilih untuk hadir menerima penghargaan di Jepang pada September 2015. Vice President Director PT Toyota Astra Motor, Suparno Djasmin, mengatakan, aktivitas CSR Toyota Indonesia berpedoman pada empat pilar, yaitu Lingkungan, Pendidikan, Keselamatan Berkendara, dan Pengembangan Masyarakat. TDCAC diharapkan dapat menjadi sarana untuk memberikan edukasi tentang lingkung an kepada anakanak, sebagai ajang untuk saling berbagi ide mengenai mobil impian masa depan, serta meningkatkan skill dan memelihara kreativitas mereka sebagai generasi penerus bangsa.

SOLUSI GIZI UNTUK KESEHATAN DAN TUBUH KEMBANG ANAK BANGSA

Beberapa waktu lalu, Sarihusada kembali mengadakan Nutritalk untuk insan media. Kali ini mengambil tema “Sinergi Pengetahuan Lokal dan Keahlian Global bagi Perbaikan Gizi Anak Bangsa” dengan mengangkat contoh-contoh pengalaman di berbagai negara, baik negara maju maupun negara berkembang, dalam mengoptimalkan gizi yang tepat sebagai solusi bagi berbagai permasalahan kesehatan, khususnya terkait pertumbuhan dan perkembangan. Contoh-contoh pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan masukan bagi Indonesia dalam melakukan perbaikan-perbaikan gizi. Selain itu, pengetahuan lokal juga diperlukan bagi masyarakat Indonesia untuk mengetahui bersama masalah yang dihadapi terkait gizi. Diskusi menghadirkan pembicara ahli, Dr. Martine Alles, Direktur Developmental Physiology & Nutrition Danone Nutricia Early Life Nutrition, Belanda.

“Kasus internasional menunjukkan vitamin D sebagai salah satu zat gizi yang memengaruhi kualitas pertumbuhan anak-anak. Pada abad 19 terjadi insiden penyakit riketsia atau pertumbuh an tulang dalam bentuk abnormal, yang melanda Eropa dan Amerika Serikat, khususnya di daerah perkotaan, yang disebabkan oleh kurang terpaparnya anak-anak pada sinar matahari. Pengobatan yang dilakukan adalah penggunaan minyak ikan pada abad 20 dan penetapan vitamin D sebagai fortifi kasi mentega sejak 1961. Meningkatnya penyakit riketsia ternyata menyingkapkan manfaat lain vitamin D. Selain memperbaiki pertumbuhan tulang, vitamin D juga berpengaruh terhadap imunitas adaptif,” paparnya