Penggerak Kegiatan “Bijak Antibiotik” Bagian 2

Dirangkul Pemerintah

pascal-edu.com – Berbagai kegiatan dari program Bijak AB sudah digulirkan sejak 2012. Di antaranya: seminar kesehatan mengenai penggunaan AB yang bijak kepada para orangtua dengan judul PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak untuk Orang Tua). Kegiatan ini telah dilakukan di banyak kota, seperti Jabotabek, Surabaya, Bali, Bandung, Yogyakarta, Kediri, dan lainnya. Kegiatan lainnya adalah menyebarkan informasi #BijakAB melalui akun media sosial YOP, seperti Facebook (milissehat), Twitter (@milissehat).

Dan milis (sehat@yahoogroups.com); melaksanakan kegiatan Jalan Sehat di arena Car Free Day (CFD) di Jakarta untuk menyebarluaskan informasi #BijakAB kepada masyarakat umum; melakukan seminar dan workshop jurnalis kesehatan; mengisi berbagai acara talk show di radio dan TV mengenai #BijakAB; mengikuti berbagai konferensi atau pertemuan internasional terkait resistensi antibiotik, seperti di Ekuador (2013), Penang dan Bangkok (2014) dan Swedia (2014). Dari kegiatan-kegiatan tersebut hasilnya sudah bisa dirasakan.

“Sekarang ini anggota YOP, terutama relawan program SUA, menjadi lebih paham mengenai penggunaan antibiotik yang bijak dan bahayanya resistensi antibiotik, sehingga bisa meneruskan pemahaman ini kepada lingkungan. Dengan demikian diharapkan lebih banyak lagi orang yang terpapar informasi ini,” ungkap Vida. Sudah lama bergerak sendiri dengan ReAct, program yang digerakkan dan dikomando oleh Vidal saat ini semakin banyak yang mendukung. Salah satunya dari Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA). Gerakan yang pernah dilakukan untuk kampenye Bijak AB ini antara lain peringatan Hari Kesehatan Nasional atau Kampanye #SayangIbu.

Selain itu, pendiri dan penasihat YOP, dr. Purnamawati Pujiarto, SpA, MMPed, sekarang ini diajak bergabung sebagai salah satu anggota Komite Pe ngendalian Program Resistensi Antimikroba (PPRA) yang dibentuk Kementerian Kesehatan pada Oktober 2014. Komite ini memiliki tugas untuk memberitahuan rekomendasi ke Menteri Kesehatan untuk menyusun kebijakan yang berkaitan dengan pengendalian resistensi antimikroba dan menaikkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mencegah dan menanggulangi resistensi antimikroba. “Sekarang alhamdulillah, pemerintah sudah memberikan tanggapan positif dengan melibatkan perwakilan YOP dalam Komite PPRA.” Karena itu, lanjutnya lebih jauh, YOP juga selalu mengundang perwakilan pemerintah dalam kegiatan yang ditujukan atau melibatkan masyarakat luas.

Penggerak Kegiatan “Bijak Antibiotik”

Fokus Pada Edukasi Ab

Profesinya sama sekali tak bersinggungan dengan dunia kesehatan, namun aktivitas di luar pekerjaannya sebagai dosen dan peneliti komunikasi di Universitas Indonesia sangat bersinggungan dengan dunia kesehatan. Dia adalah Vida Aulia Budiany Parady (43), penyandang gelar S2 Ilmu Komunikasi yang aktif sebagai motor penggerak pogram Smart Use of Antibiotic (SUA) alias Bijak AB (Bijak Antibiotik) di Indonesia-YOP (Yayasan Orang Tua Peduli). “Bijak AB adalah program kerja sama Yayasan Orang Tua Peduli dan ReAct sejak tahun 2012.

Program ini bertujuan menciptakan lingkungan yang mendukung pencegahan resistensi antibiotik di kalangan internal dan eksternal YOP,” papar ibu dari Andika Fadhila Surataruna (13) dan Nadine Nuralisha Surataruna (9) ini, seraya menjelaskan bahwa program ini bergulir juga di Ghana, Ekuador, Thailand, dan Malaysia. ReAct adalah organisasi nirlaba internasional berbasis di Swedia, giat berkampanye mengenai resistensi AB.

Tujuannya menciptakan lingkungan kondusif untuk lahirnya kebijakan, program, dan kegiatan masyarakat terkait resistensi AB. Adapun visi ReAct adalah menjadikan generasi saat ini dan masa depan memiliki akses pengobatan efektif untuk infeksi bakteri sebagai bagian dari hak mereka akan kesehatan. Sementara program SUA di Indonesia fokus pada salah kaprahpenggunaan AB untuk berbagai penyakit harian yang disebabkan oleh virus, khususnya selesma (common cold) dan diare akut (acute watery diarrhea). Sebab, kenyataannya seperti itu di Indonesia.

“Penggunaan AB sudah sangat salah kaprah, AB sudah menjadi obat sapu jagat alias apa pun sakitnya, antibiotik obatnya,” tukas istri dari Togar Mulia Surataruna (44) ini. Nah, berdasar kesadaran akan fakta bahwa diperlukan sarana penyebaran informasi atau penyadaran masyarakat untuk menggunakan AB secara bijak, YOP yang menaungi program Bijak AB, jelas Vida, bekerja sama dengan ReAct untuk melaksanakan program Bijak AB di Indonesia.