Putusan MK Bisa Berdampak pada Masa Jabatan Presiden

Putusan MK Bisa Berdampak pada Masa Jabatan Presiden  – Bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, mengatakan keputusan MK mengenai gugatan masa jabatan wakil presiden bisa berdampak pada masa jabatan presiden. Alasannya, aturan mengenai masa jabatan presiden dan wakil presiden merupakan satu paket. Jadi, bila MK menerima gugatan dan memperbolehkan wakil presiden menjabat lebih dari dua periode, putusan itu bisa berlaku pula pada masa jabatan presiden. “Ini bukan masalah sepele, ini masalah serius sekali,” kata Jimly kepada Tempo, kemarin. Menurut Jimly, perpanjangan masa jabatan pemimpin negara lebih dari dua periode bakal menyurutkan semangat demokrasi. “Harus diingat prinsip jantungnya demokrasi itu ada pembatasan dan pergantian kekuasaan secara damai dan teratur,” ujar dia. Hal senada juga diungkapkan bekas Wakil Ketua MK, Harjono. Dia mengingatkan ketentuan Pasal 169 huruf n Undang-Undang Pemilu yang tidak memisahkan antara presiden dan wakil presiden. Dengan begitu, “Kalau MK mengabulkan boleh satu kali lagi, semuanya berubah,” kata Harjono. MK saat ini tengah menangani uji materi perkara Pasal 169 huruf n Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Ketentuan yang mengatur ihwal masa jabatan wakil presiden tersebut sebelumnya menjadi obyek gugatan yang dilayangkan oleh Partai Persatuan Indonesia. Gugatan itu berawal ketika sejumlah pihak menginginkan Wakil Presiden Jusuf Kalla maju kembali menjadi calon wakil presiden. Sedangkan Kalla mengajukan diri sebagai pihak terkait dalam gugatan itu. Sekretaris Jenderal MK, Guntur Hamzah, tidak bersedia berkomentar mengenai perkara yang sedang ditangani lembaganya itu. “Nanti akan disampaikan jika memang sudah ada putusan,” kata dia. Ia hanya memastikan bahwa saat ini perkara itu sedang berjalan. Mengenai kapan bakal selesai, ia juga tidak bersedia mengungkapkannya. “Bergantung pada berat-ringannya perkara dan banyaknya saksi atau ahli yang dihadirkan.

Gempa Sumbawa Picu Tsunami Kecil

JAKARTA — Gempa tektonik berkekuatan 7 pada skala Richter (SR) mengguncang wilayah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, kemarin sekitar pukul 18.46 WIB. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan gempa berkedalaman 15 kilometer tersebut mengakibatkan tsunami dalam skala kecil. Tsunami tersebut terjadi di pantai Lombok Barat bagian utara dan pantai Lombok Jumlah korban jiwa mencapai 31 orang. Timur bagian utara.“Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah memerintahkan masyarakat agar menjauh dari pantai,” kata dia, kemarin. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa memang menyebabkan tsunami. Tapi tsunami tersebut masuk kategori kecil karena hanya memiliki ketinggian maksimal sekitar 0,9 meter. Karena itu, pada pukul 20.25 kemarin malam, BMKG akhirnya mencabut peringatan dini tsunami.

“Karena tsunami tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan,” kata Sutopo. Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB, jumlah korban jiwa sementara mencapai 31 orang Meski hanya memicu tsunami kecil, gempa kemarin mengakibatkan kerusakan parah di darat. Sejumlah bangunan roboh. Bahkan gempa membuat sejumlah bangunan di Kota Denpasar rusak. Hingga berita ini ditulis, petugas masih mendata jumlah kerugian atau dampak gempa.“Untuk korban jiwa juga masih dalam pendataan. Kerugian materiil terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, serta Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, Bali,” ujar Sutopo. Juru bicara kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wismananda, mengatakan masyarakat di pesisir sempat panik dan mengungsi ke dataran tinggi. “Karena adanya kemungkinan tsunami,” kata dia. Seorang warga Kota Mataram, Deradjad Ananto, mengaku panik dan mengungsi. Akibat gempa tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi. Mereka meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.

Untuk penduduk yang tinggal di sekitar pantai, PVMBG mengimbau agar mereka mencari lokasi yang lebih tinggi. PVMBG juga meminta warga tetap waspada. Sebab, gempa susulan bisa terjadi, meski dengan intensitas lebih kecil. Hingga kemarin malam telah terjadi sekitar 16 gempa susulan. Ini merupakan gempa besar kedua yang mengguncang NTB dalam waktu satu pekan. Pada 29 Juli lalu, gempa berkekuatan 6,4 SR mengakibatkan belasan orang meninggal dan ribuan warga mengungsi. Karena itu, saat gempa kembali terjadi, banyak warga yang tidak berani masuk rumah

Pemerintah Gencarkan Lobi Fasilitas Ekspor ke Amerika Serikat

https://susupoker2.com/ JAKARTA — Pemerintah menggencarkan lobi untuk mempertahankan fasilitas ekspor generalize systems of preference (GSP) dari Amerika Serikat. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo. “Kami sampaikan Indonesia tidak hanya menuntut GSP dipertahankan, tapi juga mau bekerja sama,” kata dia di Istana Kepresidenan, kemarin. Menurut Enggar, negosiasi GSP juga disampaikan saat bertemu dengan otoritas perdagangan Amerika Serikat beberapa pekan lalu. “Saat itu kami sampaikan bahwa ada peluang transaksi perdagangan yang meningkat. Perdagangan IndonesiaAmerika US$ 28 miliar itu terlalu kecil,“ ujarnya. Enggar pun mengatakan Indonesia peduli terhadap masalah defisit perdagangan Amerika Serikat. “Saya tidak mau menekan.

Namun, kalau kita sepakat volume perdagangan naik, GSP sangat membantu.“ Pada Juni lalu, pemerintah Amerika Serikat meninjau ulang fasilitas GSP atau keringanan bea masuk yang diberikan ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Program GSP berjalan sejak 1976, tapi dihentikan pada 2013 dan dijalankan kembali dua tahun kemudian. Namun Presiden Donald Trump menginstruksikan evaluasi atas fasilitas tersebut, terutama kepada negara-negara yang menikmati surplus perdagangan. Indonesia memanfaatkan GSP untuk ekspor senilai US$ 1,8 miliar (Rp 25 triliun) per tahun. Tahun lalu, total perdagangan Indonesia-Amerika sebesar US$ 25,91 miliar. Indonesia mencatatkan surplus US$ 9,67 miliar. Enggar mengatakan Indonesia dan Amerika berpeluang untuk mengerek volume perdagangan kedua negara dua kali lipat atau menjadi US$ 50 miliar.

Menurut dia, tawaran tersebut merupakan komitmen jangka pendek dan menengah. “Roadmap peningkatan nilai dan kesetaraan perdagangan Pemerintah Gencarkan Lobi Fasilitas Ekspor ke Amerika Serikat TURUT BERDUKA CITA Keluarga Besar Tempo Inti Media Tbk. menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya: Ibu Hj. Meity Farida Sita Devi – Komisaris PT Tempo Media Tbk Tahun 2011- 2016 – Direktur Usaha Komunitas Salihara Dalam usia 59 tahun Pada hari Jum’at, 3 Agustus 2018 Di Singapura Semoga Tuhan memberikan tempat yang layak disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan dan kekuatan iman.  Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) berdialog dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo di Jakarta, kemarin IKLAN Indonesia dan Amerika Serikat berniat melipatgandakan perdagangan hingga US$ 50 miliar. akan rampung 2-3 tahun mendatang,” kata Enggar. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan permintaan kepada Amerika Serikat untuk mempertahankan GSP cukup logis karena barangbarang yang mendapatkan keringanan bea masuk juga berkaitan dengan komoditas yang diekspor oleh Amerika Serikat. “Dari barang yang ada di GSP, 53 persen terkait dengan produk yang diekspor Amerika, terkait proses produksi,” kata dia.

Berdasarkan statistik Kementerian Perdagangan, produk Amerika Serikat yang berpotensi masuk ke Indonesia antara lain bijibijian (gandum dan sejenisnya) serta buah-buahan senilai US$ 1,27 miliar. Ada pula produk industri, seperti reaktor nuklir, ampas makanan, makanan hewan, dan olahan kapas, yang nilainya di atas US$ 500 juta. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, mengatakan negosiasi lanjutan mengenai program GSP dan peluang impor produk Amerika akan digelar dalam waktu dekat.

KESEMPATAN SANE

http://109.199.119.180/ MUENCHEN– Menebus kesalahan di masa lalu. Itulah yang kini tengah dilakukan Joachim Loew, pelatih tim senior nasional Jerman. Dalam pergelaran Piala Dunia lalu di Rusia, pasukannya bonyok. Dua kali kalah oleh Meksiko dan Korea membuat mereka harus pulang cepat. “Di liga, kepemilikan bola tentu saja sangat penting. Namun, dalam sebuah turnamen, adaptasi diperlukan. Itu adalah kesalahan terbesar saya,” kata Loew. “Saat itu saya berpikir bahwa bermain dengan penguasaan bola akan memudahkan kami melangkah ke grup berikutnya.” Loew juga mengakui hal itu menjadi salah satu bentuk arogansi dirinya. Dia ingin timnya bermain dengan sempurna. “Seharusnya saya menyadari kami harus mengurangi risiko. Yang saya lakukan malah penuh risiko.” Loew kini sadar. Yang harus dia lakukan adalah membuat adonan sepak bola yang lebih baik. “Lebih stabil dan kembali menyeimbangkan serangan dan pertahanan.” Strategi baru ini yang akan dimainkan dalam pertandingan melawan Prancis, sang juara Piala Dunia, di Liga Nasional UEFA, dan tim dari Amerika Latin, Peru, di akhir pekan dan pertengahan pekan mendatang. Untuk itu, dia memerlukan pemain baru.

Meski tetap membawa 17 pemain dari 23 yang dia angkut di Piala Dunia lalu, dia menambah beberapa pemain. Salah satunya adalah Leroy Sane— pemain sayap Manchester City Pemanggilan ini tentu menarik. Di Piala Dunia lalu, secara mengejutkan Loew mencoret si kribo itu. Padahal, penampilannya bersama Manchester City teramat menyenangkan penonton. “Dia pemain bagus. Dia bermain dengan gemilang. Namun dia tidak cukup meyakinkan,” kata Loew ketika itu. Sane menjadi pilihan, pada akhirnya. Itu terjadi karena Loew dikabarkan mendapatkan desakan untuk melakukan perubahan dalam timnya. Pemain macam Sami Khedira dan Sebastian Rudy disebut-sebut sebagai pemain yang diminta untuk diganti. Mesut Oezil termasuk juga. Namun dia sudah mengundurkan diri dari timnas menyusul perlakukan rasisme dari petinggi Federasi Sepak Bola Jerman. Nah, Sane disebut-sebut sebagai pemain yang mendapatkan keuntungan dari pencoretan tersebut. “Penting bagi kami untuk melakukan perubahan di dalam tim. Kami sekarang harus menemukan pemain yang tepat dalam sebuah perpaduan—muda, dinamis, dan pemain yang lapar gol,” kata dia. Sane tentu senang atas pemanggilan ini.

Dalam sesi latihan Senin lalu, wajahnya tampak ceria. Bersama pemain lainnya, Jonathan Tah, dia berlatih peregangan bersama. Tentu besar harapan dia untuk menambah jumlah pertandingan bersama tim negara—yang selama ini masih berada di angka 12. Namun, untuk itu, Sane setidaknya perlu memberi pembuktian pada bosnya, Loew. Bukan apa-apa, di media, terutama di Inggris, perbincangan tentang berita buruk soal dia kadung ramai. Dalam dua pertandingan, manajer City Pep Guardiola memarkir Sane di bangku cadangan. Dia berkilah keputusan itu dilakukan karena kebutuhan tim. Cerita di balik itu menyebutkan bahwa si gundul Pep kecewa atas sikap Sane dalam sesi latihan. Fisiknya juga disebut sering tidak dalam kondisi yang baik. Sane harus membuktikan semua itu hanya isapan jempol. Setelah itu, tugas berikutnya adalah memanfaatkan kesempatan ini untuk membuktikan bahwa Jerman membutuhkan dirinya.

Lontong Hijau Isi Ayam Kecap Untuk 12

BUAH BAHAN: 250 gram beras cuci bersih 1.100 ml santan dari 1/2 butir kelapa 200 ml air bayam dari 100 gram daun bayam diblender bersama 150 ml air 1 1/4 sendok teh garam 1 lembar daun pandan

BAHAN ISI: 1 buah wortel, dipotong kotak kecil, direbus 1 buah paha atas bawah ayam tanpa tulang, dicincang kasar 3 siung bawang putih, dicincang halus 1 sendok teh kecap asin 1/2 sendok makan kecap manis 1/2 sendok teh 1/2 sendok teh garam gula pasir 50 ml air 1 batang daun bawang, diiris halus 1 sendok makan minyak untuk menumis

CARA MEMBUAT: 1. Isi, tumis bawang putih sampai harum. Masukkan ayam. Aduk sampai berubah warna. 2. Masukkan wortel. Aduk rata. Tambahkan kecap asin, kecap manis, garam, dan gula pasir. Aduk rata. Tuang air. Masak sampai meresap. Tambahkan daun bawang. Aduk rata. 3. Rebus santan, air bayam, garam, dan daun pandan sampai mendidih. Masukkan beras. Aduk sampai terserap dan kental. 4. Ambil sedikit adonan. Beri isi. Bentuk lonjong sambil dipadatkan. Bungkus daun pisang. Bentuk lontong. 5. Kukus di atas api sedang 1 jam sampai matang.

Rekomendasi Tempat Ngopi yang Instagramable

Rekomendasi Tempat Ngopi yang Instagramable – BERADA Bandung, Hangar 7 dengan tema di Jalan Teuku Umar, Studio Foto yang Studio hadir out of the box. Jauh dari kesan studio foto konvensional, di mana konsumen disuguhi atmosfer hanggar pesawat yang luas serta langit-langit yang tinggi. Begitulah asal-usul nama Hangar 7 terbentuk, karena sengaja disesuaikan dengan konsep hanggar pesawat yang memang ingin mereka usung. Didesain oleh NIKONIA, gabungan dari nama Nicko Pamawey dan Sonya Andrya. Hangar 7 Studio terbagi menjadi 3 bagian, yaitu coffee shop, area lobi, dan studio foto. Coffee Shop dirancang dengan tema laid back eclectic, di mana banyak menonjolkan unsur kayu baik interior maupun furnitur. NIKONIA ingin menjawab kebutuhan konsumen akan tempat hangout di Bandung yang tidak intimidating, warm, dan cozy. Tata letak dipikirkan sedemikian rupa sehingga sederhana, tidak rumit, dan konsumen bisa dengan cepat memilih sudut yang paling disukai. Lobi didesain dengan tema industrial eclectic. Di area ini, furnitur memegang peranan penting untuk menurunkan aroma maskulin dan dingin dari sebuah hanggar.

Selain area yang cukup luas dan lapang, banyak spot sele yang sudah tersedia untuk membangkitkan hasrat berfoto dengan mood yang lebih santai. Area studio berada di lantai mezanin, dipadukan dengan tema industrial, di mana studio di area mezanin tersebut dapat memuat lebih dari 50 orang. Area mezanin yang bisa terlihat dari lobi ini menjadi gimmick untuk para konsumen, bisa ikut menularkan hasrat untuk mengabadikan momen mereka di sana. Sebagian furnitur dari Hangar 7 dipercayakan kepada Amarta Studio dan untuk kontraktor dipercayakan kepada tokoh yayasan Universitas Katolik Parahyangan, Supriyadi Kabulharsono. Memiliki luas 350 m2. Hangar 7 studio menggunakan pencahayaan indirect lighting khusus di area coffee shop. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang lebih santai. Untuk pencahayaan area lobi menggunakan standar lampu pabrik atau gudang besar, sehingga dapat lebih terang dari ruang lainnya.

Untuk lantai, NIKONIA sengaja menyesuaikan material dengan tema area masing-masing spot. Bagian coffee shop dipasangkan dengan keramik terakota, bertujuan agar suasana lebih homy. Tidak hanya itu nuansa cokelatoranye dari lantai terakota akan memberi sentuhan hangat sekaligus natural. Area lobi dipasangkan dengan granit tile, agar kesan industrial dari hangar semakin terasa.TAk lupa di bekali dengan genset perkins sebagai sumber listrik cadangan. Ga asik bukan bila sedang ngopi terus mati listrik? Genset ini di beli dari distributor genset jakarta terpercaya yakni PT Rajawali

Guru Tidak Sekedar Mengajar

Dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional yang jatuh tiap tanggal 20 Mei, maka Kementerian BUMN menggelar program Direksi BUMN Mengajar. Program ini wajib diikuti oleh seluruh jajaran Direksi di 141 perushaan BUMN untuk mengajar, memberikan motivasi dan berdiskusi dengan para siswa – siswi SMA tempat dimana Direksi itu dibesarkan.

Salah satu sekolah adalah SMA N 1 Kota Ternate. Faris Assagaf, Direktur Operasi dan Teknik Pelindo III, ikut berperan serta dalam kegiatan Direksi BUMN Mengajar.

Lahir dan menghabiskan masa muda di Ternate, membuat Bapak dengan 3 anak ini terbang ke Ternate dalam sebuah semangat, yaitu memajukan Ternate bersama – sama dengan memberikan motivasi kepada siswa – siswi SMA N 1 Ternate yang merupakan tempat belajarnya dulu. Kegiatan mengajar yang dilakukan Faris Assagaf tidak semata – mata hanya untuk menggugurkan kewajibannya dari perintah yang diberikan, namun beliau mengajar dengan sepenuh hati, memberikan motivasi dan kisah perjalanannya selama ini hingga menjadi Direktur seperti sekarang. Oleh karenanya, komunikasi yang tercipta tidak terjadi satu arah saja sehingga pertanyaan demi pertanyaan terus berdatangan bukti dari sikap antusias yang ada. Hangat.

Itulah satu kata yang dapat digambarkan dalam rangkaian kegiatan kali ini karena acara dibuka dengan penampilan – penampilan apik nan memukau siswa – siswi SMA N 1 Ternate dengan tarian dan suara merdu serta rentetan prestasi yang mengiringinya, membuat siapapun yang menyaksikan dapat merasakan ketulusan saat ditampilkan.

Selanjutnya, menuju acara inti yaitu tentang kisah suksesnya yang diawali di Ternate hingga menjadi seorang Direktur Operasi dan Teknik Pelindo III. Dalam ceritanya, beliau mengisahkan bahwa telah banyak perubahan yang terjadi selama beliau meninggalkan SMA N 1 Kota Ternate pada tahun 1970, mulai dari gedung dan bangunan sekolah, guru – guru serta lingkungannya. Tantangan terbesar anak-anak SMA di Ternate pada masa itu adalah tentang menentukan keputusan. Hal itu berkaitan dengan lanjutan untuk menempuh pendidikan yang lebih baik. Tiap anak yang telah lulus SMA biasanya harus pergi dari pulaunya untuk menuju jenjang yang lebih tinggi, walaupun di Ternate ada sebuah perguruan tinggi, tapi hal itu dirasa kurang untuk memenuhi kebutuhan akan hausnya ilmu dan pengalaman siswa – siswi pada masa itu bahkan saat ini.

Untuk itu, beliau menyibak ketakutan dan kekhawatiran siswa – siswi SMA N 1 Kota Ternate tersebut dengan pesan bijaknya, yaitu ternyata rasa takut hanya akan membuat kita lemah dan kehilangan kepercayaan diri, oleh karena itu hadapilah rasa takut dan terus melangkah dengan penuh percaya diri. Selain itu Faris Assagaf juga memberikan inspirasi dan bekal pengalaman kepada siswa – siswi tentang bagaimana memandang hidup. Menurutnya Mengapa Tuhan meletakan sepasang mata kita di depan? Karena itu tandanya, agar kita dapat terus menatap hidup ke depan, bukan ke belakang.

Ramli Kamaluddin, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Tenate pun mengapresiasi kegiatan ini, menurutnya kedatangan Direktur Operasi dan Teknik ini, tidak hanya memberikan bantuan berupa uang pendidikan senilai 50 juta rupiah, tapi yang paling penting adalah, dirinya mampu memberikan inspirasi untuk kemajuan anak didiknya. Beliau berharap, program Gerakan Direksi Mengajar ini dapat terus berjalan ditahun – tahun berikutnya, karena ini adalah kegiatan yang sangat edukatif dimana akan banyak kegiatan inspiratif yang di dapat dari pengalaman hidup seseorang kepada seluruh siswa Indonesia, yang merupakan penerus kemajuan bangsa ini kelak.

Bantuan yang didapat tidak sebatas uang,diberikan juga bantuan genset besar dari jual genset sekolahan di Banjarmasin untuk menunjang kegiatan belajar sekolahan tersebut. Genset yang diberikan kapasitasnya besar, mampu memenuhi keperluan listrik sekolah saat dibutuhkan.

Indahnya Danau Bratan di Bali

Indahnya Danau Bratan di Bali – Udara dingin khas pegunungan makin terasa menusuk tulang. Setelah mencuci muka seadanya dengan air di wastafel yang saat disentuh terasa dinginnya seperti air es lalu saya membangunkan keempat rekan. Kami menginap di salah satu bungallow sebuah resor yang terletak di tepi Danau Bratan. Sebuah telaga diketinggian 1400 mdpl yang pernah disebut Huffington Post sebagai salah satu dari 20 danau terelok di dunia. Keindahan telaga yang juga terlukis cantik di lembaran uang seri 50 ribu rupiah ini dikenal sebagai “Danau Gunung Suci”.

Letaknya ada kaldera Gunung Bratan Purba dan merupakan danau terbesar kedua di Pulau Dewata. Meski kerap berkabut, keindahan parasnya dapat Anda rengkuh sepanjang hari. Turis-turis umumnya bertandang sejak siang hingga sore hari. Lantaran enggan bercampur dalam kehirukan kami datang lebih dini. Hasrat terpendam ingin menyesap heningnya fajar menjadi alasan kami memilih bermalam di tepi danau. Setidaknya kami bisa menghemat waktu tidur ketimbang bermalam di kantung wisata semacam Kuta-Legian ataupun dipusat Kota Denpasar. Walau sejujurnya energi kami pun masih belum seutuhnya terkumpul akibat minimnya waktu tidur.

Ikon Pulau Dewata
Saat membuka pintu. Udara dingin langsung menyeruak dan merasuk hingga tulang. Pagi hari seperti ini suhu di Bedugul bisa menurun drastis hingga dibawah 15 derajat. Kami lalu merapatkan jaket tebal dan berjalan menuju Komplek Pura Ulun Danu Bratan yang terletak di sebelah kanan resor. Enaknya kami tak perlu repotrepot berputar melalui gerbang utama yang menghadap Jalan Raya Candi Kuning.

Pun siapa menjamin pintu areal peribadatan itu sudah terbuka sepagi ini. Menginap di Enjung Beji Resort, satu-satunya penginapan di tepi danau Bratan ini memang memberi dua keuntungan. Selain hemat waktu karena bercokol tak jauh dari bibir telaga. Resor ini juga memiliki akses langsung ke pura yang jadi ikon pulau dewata itu. Meski dipagari tembok tinggi. Ada dua gerbang penghubung berbentuk gapura selebar dua meteran yang dibiarkan terbuka. Setelah melewati sebuah taman bunga yang sepi. Samar-samar nampak dua bangunan pura menjorok ke tengah danau.

Meski masih temaram bentuknya yang khas dengan model atap bersusun seperti tercitra di aneka pamflet wisata itu langsung dikenali. Perlahan sinar mentari kemerahan mulai merona dari balik bukit-bukit hijau di belakangnya. Siluet meru (menara bertingkat) menyerupai pagoda nampak mulai memancarkan aura magisnya. Inilah pura yang disebut paling fotogenik di tanah Bali itu. “Wow, Berkali-kali kalimat itu terucap di bibir memandangi apa yang tersaji di depan mata.

Hari ini cuacanya lumayan bagus, biasanya sering berkabut, Ujar Pak Made Sutamba pengemudi mobil sewaan yang ikut menemani di pagi yang dingin itu. Pria paruh baya nampaknya cukup mengenal keberadaan pura ini. Layaknya wikipedia berjalan ia berceloteh segala hal. Dari penuturannya terungkap bahwa Pura Ulun Danu berasal dari kata “Ulun” yang berarti hulu serta Danu yang berarti danau. Sehingga secara harfiah dapat diartikan sebagai Pura yang terletak di hulu sebuah danau (Bratan). Keberadaan danau ini sebagai sumber air bagi pertanian di sekitarnya menempatkan peran pura ini sebagai pusat spiritual dalam sistem subak (organisasi sosial yang mengatur irigasi) di kawasan Bedugul. Pura yang terletak di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan ini diyakini berdiri sejak tahun 1633.

Sejarahnya terlacak dalam lontar kuno Babad Mengwi. Adalah I Gusti Agung Putu pendiri Kerajaan Mengwi yang menginisiasi pendirian tempat pemujaan Dewa Siwa dan Dewi Parwati (Dewi Kesuburan) di tepi telaga. Ada beberapa bangunan pelinggih (pemujaan) di dalam komplek ini. Dua di antaranya berjejer menjorok ke tengah danau. Yang lebih dekat ke tepian berukuran sekitar empat kali lebih tinggi. Wujudnya adalah meru bertumpang (atap berlapis) 11. Pura itu disebut Palebahan Pura Tengahing Segara. Sedangkan yang terujung berwujud lebih rendah dengan jumlah 3 tumpang. Bangunan ini disebut Palebahan Palinggih Lingga Petak. Konon di dalamnya terdapat sumur kramat yang menyimpan Tirta Ulun Danu.

Saya terhipnotis sekian lama memandangi kedua bangunan meru yang nampak begitu agung ini. Tak lama baru tersadar kedua kaki rasanya seperti batang kayu yang kaku akibat mematung terlalu lama di cuaca dingin. Saya lalu menggerakgerakan kaki agar tak semakin terkujur. Sambil mengusir dingin saya berjalanan menapaki pedestrian beton yang paralel dengan bibir telaga. Suasana sekitarnya begitu hening. Tak ada seorang pun yang terlihat lalu lalang.

Pedestrian ini menggiring saya berpindah ke sisi selatan di mana pemandangan ternyata tak kalah menariknya. Sekarang panorama kedua meru bergeser ke sebelah kiri saya. Mentari yang bersinar dari arah samping memapar bangunan meru berwarna kekuningan. Memunculkan gradasi artistik yang memamerkan dimensi arsitektur Bali yang sangat fotogenik. Air danau yang sedang pasang menghadirkan imaji Pura terlihat seperti mengapung. Tak lama kabut perlahan terangkat dari atas danau, membuka tabir pemandangan di baliknya yaitu hutan berbukit yang hijau. Di kejauhan nampak kawanan burung – burung yang sepertinya baru terbangun dari peraduan bersautan dan beterbangan seakan ingin menyapa matahari. Sungguh suguhan atraksi alam yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Nggak sia-sia kita datang sepagi ini. Ujar Andre, kawan seperjalanan yang tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Puas memandangi pura kemudian saya berjalan terus ke arah selatan hingga langkah terhenti di ujung pedestrian yang ternyata buntu.

Di dekat bibir danau nampak terongok beberapa sampan kayu. Perahu-perahu berwarna warni itu dibiarkan berjejer paralel sepanjang tepian. Sebagian besar disandarkan di dermaga beton yang berhadapan dengan parkiran kendaraan di sebelah komplek Pengunjung pura biasanya menyewa perahu-perahu ini untuk berkeliling danau. Ujar Pak Made. Karena masih pagi tak ada aktifitas berarti. Saya hanya sempat melihat sebuah sampan mengitari telaga. Samar-samar di atasnya terlihat dua pelancong dengan ditemani seorang pendayung. Sampan itu dikayuh perlahan ke tengah danau hingga perlahan tak terlihat lagi karena tertelan kabut yang tebal.

Saya lalu berjalan kembali ke arah taman di samping pura. Sambil mengayunkan langkah saya membiarkan udara pegunungan yang segar memenuhi rongga paru-paru. Bagi manusia kota seperti saya menghirup keindahan pagi seperti ini tentulah momen yang langka. Saya tenggelam dalam kenikmatan loka di tepi telaga yang begitu menghanyutkan. Perlahan hangatnya sinar mentari mulai merayapi tubuh. Menampik hembusan angin dingin yang membekap. Satu persatu petugas kebersihan muncul memulai rutinitas pagi. Sebentar lagi bus-bus wisata akan berdatangan. Tentu dalam sekejab terbentuk keramaian layaknya kawasan wisata lain. Saya pun segera beranjak. Saatnya mengucapkan selamat menginspirasi bumi untuk semesta. Semoga bersua kembali sang fajar di tepi Telaga Bratan.

Danau ini terletak di jalanan utama Bali Selatan menuju Utara. Tepatnya di Jalan Raya Candi Kuning-Bedugul Km 51, Kabupaten Tabanan. Jika ingin naik kendaraan umum ada bemo yang berangkat rutin dari terminal Batubulan di Denpasar. Namun jika Anda ingin tiba pagi hari tentu saja menyewa kendaraan (roda dua atau empat) adalah opsi terbaik. Dari Denpasar jaraknya 70 kilometer atau sekitar 2-3 jam berkendara (tergantung kemacetan jalan). Idealnya Anda menginap di sekitar Danau Bratan jika ingin mengaksesnya saat fajar. Salah satu penginapan yang direkomendasi adalah Enjung Beji Resort.

Kalau saya perhatikan, kebanyak hotel di bali menggunakan genset solar merek Yanmar dan tipenya silent. Hal ini pastinya membuat saya penasar dan saya pun menanyakan hal ini pada karyawan hotel tempat saya menginap.

Dia mengatakan, Yanmar lebih banyak menggunakan lantaran harga terbaru genset yanmar 15 kva di Bali lebih murah daripada merek lainya. Terlebih lagi Yanmar ini suaranya ketika mesin sedang bekerja tergolong rendah dan tidak menyebabkan polusi suara.

Dukung Petani Melalui From Farm to Table Expo Bagian 2

Wadah Unjuk Jatidiri

Selain itu, pameran berskala internasional ini juga menampilkan berbagai acara menarik dari industri pertanian, perkebunan, hortikultura, florikultura, dan peternakan. “Pertanian kita sa ngat – lah besar. Karena itu kita membutuhkan wadah seperti pameran ini yang akan berfokus pada produk-produk pertani – an dan peternakan lokal, serta teknologi di dalamnya,” jelas Daud. Memang, kalau dilihat dari konteks sistem agribisnis (sarana produksi, usa hatani, pascapanen, pengolahan, pe masaran, jasa swasta dan jasa pe me – rintah), kontribusi agribisnis terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indo – ne sia sekitar 55%. Angka ini menunjuk – kan, betapa besarnya kontribusi agri – bisnis tanaman pangan, agribisnis hortikultura, agribisnis perkebunan, agri – bis nis kehutanan, agribisnis peternak – an, dan agribisnis perikanan terhadap perekonomian Indonesia.

Berbagai acara menarik seperti talkshow, hidroponik (oleh Ijo Hydro), se – minar (Asosiasi Obat Hama Indo ne – sia), dan lokakarya (Assphami) dilaku – kan pada pameran ini. Acara ini diha – di ri per wakilan asosiasi, seper ti ALSINTANI, ASKINDO, GPPU, PAABI, ASPPHAMI, AOI, DSMI, ASOHI, ISPI, ARPI, AEKI. Pameran di bidang pertanian seperti FFT ini sangat perlu dilakukan dan didukung semua pihak agar masyarakat mengetahui betapa besar kontribusi agribisnis terhadap pembangunan Indonesia. Karena itu, Daud berharap, kegiatan se perti ini bukan hanya dilakukan swas ta, tetapi juga oleh semua stakeholder, termasuk pemerintah, agar In – donesia unggul di bidang pertanian. “Mari kita bersama petani Indonesia meningkatkan produktivitas dan kuali – tas hasil pertanian kita,” kata Daud. De ngan dukungan teknologi, diharapkan petani Indonesia mampu meme – nuhi kebutuhan pangan segar dan olahan domestik dan dunia.

Dukung Petani Melalui From Farm to Table Expo

Pameran ini merupakan ajang menampilkan para pelaku dan calon pelaku di bidang perta – ni an di Indonesia dan internasional. A pa itu (FFT)? Yaitu bagaimana me – nyediakan pangan dari tingkat From Farm to Table usahatani sampai di meja makan. Hal ini antara lain meliputi penyediaan ba – han baku (dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, pe – ternakan, dan per – ikan an), pascapanen, pengolahan, pe ngemasan, logistik (transportasi dan distribusi), toko ecer an, dan konsumen akhir. Bahkan cakupan FFT itu sampai ke tingkat pengolahan makanan di rumah tangga dan bagai – ma na makanan itu memberikan nutrisi ke tubuh manusia. Dalam mengonsumsi makanan bukan untuk sekadar kenyang, tetapi bagaimana makanan itu menyehatkan konsumen akhir yang menyantapnya. Untuk itulah PT Krista Media Prata – ma mengadakan “From Farm to Table Expo”, 6-9 Desember 2017, di Indone – sia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, Banten. “Kita harus bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Produk-produk pertanian di dunia saat ini semakin baik dan berkualitas.

Kita harus meningkatkan sumberdaya alam kita dan tenaga yang handal un – tuk mendongkrak pertanian kita,” kata Daud D. Salim, CEO Krista Media, pa – da acara FFT, Rabu, 6 Desember lalu. Pameran ini antara lain menampilkan beragam bidang seperti teknik pena – naman, sistem irigasi, pemanenan, alat dan mesin pertanian, agrikimia, smart farming, pengolahan, logistik, dan energi. “Pameran ini merupakan ajang untuk menampilkan para pelaku pertanian atau orang-orang yang mau ma – suk ke dunia pertanian agar mereka lebih tahu tentang pertanian itu sen – diri,” lanjut Daud.